Gue menatap lilin angka 22 ku. Api itu akan terus melelehkan lilin yang tak berdosa itu. Gue menatap sekeliling. Mamaku, Ayahku, Mia, dan teman-temanku yang lain. Dion? Dion tak datang. Alasannya ia pergi keluar kota. Surabaya tepatnya. Ah! sudahlah..
"Make a wish dulu dong honey" Ujar mama mengagetkan lamunanku. Gue pun memejamkan mataku. Ku harap, aku dapat bersama dion seperti dulu. Hanya aku dan dion. Gue membuka mata, semua harap-harap cemas. Gue pun meniup lilin berbentuk 22 itu. Api padam. Mungkin cinta Dion juga sudah 'padam' sama gue.
Gue gelisah. Gue memutuskan untuk ke arah kolam renang. Mencelupkan ujung-ujung kaki ke dalam air yang dingin. Dion nggak peduli lagi sama gue. Ya, Tuhan.. Kenapa harus Dion?
Tangan lembut menyentuh bahu gue "Rere.."
"Eh, Mia" gue tersenyum simpul
Mia pun ikut duduk disamping gue "Dion lagi?" gue hanya mengangguk
"Lo masih sama dia kan?" tanya Mia hati-hati. Gue pun hanya mengangguk lagi. Kemudian hening
"Mi, lo tau nggak kenapa dion akhir-akhir ini ngejauh dari gue?" tanyaku memecah keheningan
"Maaf Re, gue nggak tau. Kalo gue sih, mungkin lo pernah buat salah sama dion" jawabnya. Gue nggak bisa menahan airmata gue lagi. Akhirnya buliran lembut menetes di pipi gue.
Mia melihatku perihatin "Apa gue perlu telepon dion?"
"Gak perlu Mi, dengan gini.. Gue bisa tau kalo dion.. kalo dion.." gue sesengukan
"Gue masuk dulu ya Re"
"Hmmm.."
*Keesokan harinya di Stasiun Radio Bandung*
"Renata?"
Gue mengenal suara lembut itu. Gue mengangkat kepala. "Dion?" Ia tersenyum. Tapi senyumnya berbeda dari biasanya. Gue beranjak dari kursi gue. Memeluk dion sangat erat. gue kangen sama dia.
"Rere?"
"Aku kangen sama kamu Dion" ujarku tak menghiraunya.
"...."
"Kamu nggak papa kan Dion?" gue melepas pelukan gue dari dion. Menatap matanya.
"Hm.. aku, nggak papa. Aku baik-baik saja" jawabnya datar.
"Dion, maafin aku"
"Untuk?"
Gue menghela nafas panjang "Untuk semua kesalahan yang nggak aku sadari buat kamu sakit"
Dion hanya memandang gue, wajahnya sayu. Dia hanya tersenyum simpul.
"Dion, aku harus siaran dulu" lanjutku kemudian.
"Yaudah, sana siaran dulu" aku pun beranjak pergi. Kemudian tangan lembut menarik tangan gue. Gue pun berbalik. "Dion?" Tak ada jawaban. Dia hanya meluk gue, cukup lama.
"Maafin aku Re"
"Kok kamu ngomongnya gitu?"
"Aku sayang kamu" lanjutnya nggak menghiraukan gue.
"Aku juga sayang kamu" "Aku harus siaran dulu" Ujarku
Dion pun mengecup kening gue perlahan. Kayaknya ada yang salah dari Dion. Tapi gue ngga berani nanya apa-apa.
Aku menatapnya heran "Dion?" panggilku.
"Habis siaran, kamu nggak boleh nangis yaa sayang" ia nggak menghiraukan gue lagi.
"Kenapa?" tanyaku hati-hati.
"Udah gih, sana siaran dulu" jawabnya. Gue pun beranjak pergi, gue membalikkan badan ke arah Dion lagi. Ia hanya tersenyum tulus. Gue pun membalas senyumnya. Ia pun berlalu pergi menghilang dibalik keheranan gue.
*In the studio*
Gue memakai headphone berwarna silver itu. Kemudian menghela nafas panjang sambil tersenyum malas. Gue pun menekan tombol merah bertuliskan 'On Air'
"Haloo, selamat malam para pendengar setia Bandung Pass Radio. Kembali lagi dengan gue Renata, akan menemani malam kalian. Kali ini kita buka sesi untuk para penelpon yang pingin curhat. Tapi, setelah lagu berikut yang akan diputar. This is it..."
Gue melepas headphone gue. Kemudian melirik partner disebelah gue. "Shel.."
"hmm?"
"Ntar lo mau kan nggantiin gue siaran kalo gue ada apa-apa?" tanyaku.
"Maksud lo?" Shella tanya balik ke gue.
"Gue ngerasa, ada yang nggak enak aja ntar. Semacam bad feeling gitu"
"Oh yaudah gak papa sih" putusnya.
"Sip! Maacih Shella ku sayang!" kemudian gue memasang headphone kembali.
"Hai hai! Kembali lagi sama gue. Haha, gimana? bagus ya lagunya tadi? Oke, tanpa basa-basi lagi. Yuk kita langsung buka sesi untuk para penelpon. Ayo silahkan siapa penelpon pertama kita??" Tuuuut.. tuuut.. tuuut... "Nah, penelpon pertama kita. Halo dengan siapa dimana?"
"Dari Dino di Cihampelas" terdengar suara berat dari ujung telepon.
"Yak, oke Kak Dino silahkan mau curhat tentang apa?"
A Cup of memories and tears. My first broken-hearted love, Embry Call. He is my only hope.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Sabtu, 10 September 2011
Ku Ingin Memelukmu :')
Aku ingin memelukmu ..
Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau jemari kita belum saling menggenggam sampai detik ini
Aku ingin memelukmu ..
Walau kita belum saling tahu dan bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau tinggi badanmu jauh diatasku
Aku ingin memelukmu ..
Saat kamu kelelahan menjalani riuhnya aktivitas
Saat kamu rapuh dan menangis
Saat kamu merasa bahwa dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri
Saat kamu mengira tak seorangpun yang peduli pada perasaanmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat pertama kali aku membuka mata dari tidur lelapku
Saat hanya kamu yang kulihat dibangun pagi hariku
Aku ingin memelukmu ..
Di bawah hangatnya sinar mentari pagi
Di bawah teriknya surya yang meradang garang
Di bawah redupnya matahari kala senja
Di bawah sinar rembulan dengan hiasan bintang dilangitnya
Aku ingin memelukmu ..
Saat angin dengan nakalnya menggelitikmu dan meniup lembut rambutmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat rindu mengganggu laju kerja otak dan hatimu
Aku ingin memelukmu ..
Saat langit sedang menenun benang-benang hujan
Lalu kita saling berpeluk dibawah deras rindunya
Hanya berpayung rambut basah dengan balutan senyum bahagia
Sungguh, aku mencintaimu
Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau jemari kita belum saling menggenggam sampai detik ini
Aku ingin memelukmu ..
Walau kita belum saling tahu dan bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau tinggi badanmu jauh diatasku
Aku ingin memelukmu ..
Saat kamu kelelahan menjalani riuhnya aktivitas
Saat kamu rapuh dan menangis
Saat kamu merasa bahwa dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri
Saat kamu mengira tak seorangpun yang peduli pada perasaanmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat pertama kali aku membuka mata dari tidur lelapku
Saat hanya kamu yang kulihat dibangun pagi hariku
Aku ingin memelukmu ..
Di bawah hangatnya sinar mentari pagi
Di bawah teriknya surya yang meradang garang
Di bawah redupnya matahari kala senja
Di bawah sinar rembulan dengan hiasan bintang dilangitnya
Aku ingin memelukmu ..
Saat angin dengan nakalnya menggelitikmu dan meniup lembut rambutmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat rindu mengganggu laju kerja otak dan hatimu
Aku ingin memelukmu ..
Saat langit sedang menenun benang-benang hujan
Lalu kita saling berpeluk dibawah deras rindunya
Hanya berpayung rambut basah dengan balutan senyum bahagia
Sungguh, aku mencintaimu
Aku ingin memelukmu, sampai Tuhan memeluk kita :)
Withlove, -Ninda- :)
Source via: dwitasarii.blogspot.com
Selasa, 30 Agustus 2011
Jadwal Greyschool xD
Haloo Greysonators :*
Welcome to my blog, jangan lupa klik join yaa :D
Mau jadwal #Greyschool?
Jadwal Greyschool bisa di download di DISINI
Sabtu, 13 Agustus 2011
Untitled
YOU DIDN'T KNOW HOW I FEEL...
YOU DID'NT KNOW HOW MUCH I'VE MISSED YOU...
YOU DID'NT KNOW HOW MISERABLE I AM TO LOSE YOU AND YOUR LOVE...
OR
HOW LONG I WROTE "I LOVE YOU", IT NEVER MAKES YOU TO COME BACK AND CALLED ME "AYAM" AGAIN...
YOU'LL NEVER COME BACK...
YOU DID'NT KNOW HOW MUCH I'VE MISSED YOU...
YOU DID'NT KNOW HOW MISERABLE I AM TO LOSE YOU AND YOUR LOVE...
OR
HOW LONG I WROTE "I LOVE YOU", IT NEVER MAKES YOU TO COME BACK AND CALLED ME "AYAM" AGAIN...
YOU'LL NEVER COME BACK...
Selasa, 09 Agustus 2011
Hopeless :( Aku harus gimana ?
Move on ?
nggak segampang ngomong nya :(
mungkin post ini menurut kalian kurang kerjaan.
Yaa mau gimana lagi ?
Hampa.
Aku tuh juga manusia,
punya hati yang bisa sakit juga.
Menggantung.
Iya sih, emang bener kata orang-orang
penyesalan selalu datang belakangan.
aku udah coba move on.. move on.. move on..
tapi hasilnya ? nothing!
Aku harus gimana lagi sih ngadepin kamu ?
Akankah aku terus bertahan untuk nunggu kamu ?
kamu yang udah bukan 'milikku' lagi ?
Pleaseee, aku gakbisa terus-terusan gini.
aku juga punya hidup yang akan terus berjalan.
mungkin emang bener, aku sama kamu punya jalan yang berbeda
Aku. Kamu. Punya jalan nya masing-masing
maafin aku atas yang dulu-dulu :(
jujur.. aku memang menyesal sekali.
tapi yaudah, emang udah gini jalannya.
Makasih yaa udah mengisi hari-hariku 'dulu' yang kini hampa kembali
kau dekat, tapi sulit untuk ku jangkau.
kau dekat, tapi tak bisa kupeluk. seperti dulu lagi.
PS: Aku masih nyimpen kalung inisialmu yang dulu kamu pernah kasih ke aku lhoo, tapi toh buat apa. Nggak ada gunanya juga kalo kamu gak ada disini.
nggak segampang ngomong nya :(
mungkin post ini menurut kalian kurang kerjaan.
Yaa mau gimana lagi ?
Hampa.
Aku tuh juga manusia,
punya hati yang bisa sakit juga.
Menggantung.
Iya sih, emang bener kata orang-orang
penyesalan selalu datang belakangan.
aku udah coba move on.. move on.. move on..
tapi hasilnya ? nothing!
Aku harus gimana lagi sih ngadepin kamu ?
Akankah aku terus bertahan untuk nunggu kamu ?
kamu yang udah bukan 'milikku' lagi ?
Pleaseee, aku gakbisa terus-terusan gini.
aku juga punya hidup yang akan terus berjalan.
mungkin emang bener, aku sama kamu punya jalan yang berbeda
Aku. Kamu. Punya jalan nya masing-masing
maafin aku atas yang dulu-dulu :(
jujur.. aku memang menyesal sekali.
tapi yaudah, emang udah gini jalannya.
Makasih yaa udah mengisi hari-hariku 'dulu' yang kini hampa kembali
kau dekat, tapi sulit untuk ku jangkau.
kau dekat, tapi tak bisa kupeluk. seperti dulu lagi.
PS: Aku masih nyimpen kalung inisialmu yang dulu kamu pernah kasih ke aku lhoo, tapi toh buat apa. Nggak ada gunanya juga kalo kamu gak ada disini.
Langganan:
Komentar (Atom)
Sabtu, 08 Oktober 2011
Renata 9
Gue menatap lilin angka 22 ku. Api itu akan terus melelehkan lilin yang tak berdosa itu. Gue menatap sekeliling. Mamaku, Ayahku, Mia, dan teman-temanku yang lain. Dion? Dion tak datang. Alasannya ia pergi keluar kota. Surabaya tepatnya. Ah! sudahlah..
"Make a wish dulu dong honey" Ujar mama mengagetkan lamunanku. Gue pun memejamkan mataku. Ku harap, aku dapat bersama dion seperti dulu. Hanya aku dan dion. Gue membuka mata, semua harap-harap cemas. Gue pun meniup lilin berbentuk 22 itu. Api padam. Mungkin cinta Dion juga sudah 'padam' sama gue.
Gue gelisah. Gue memutuskan untuk ke arah kolam renang. Mencelupkan ujung-ujung kaki ke dalam air yang dingin. Dion nggak peduli lagi sama gue. Ya, Tuhan.. Kenapa harus Dion?
Tangan lembut menyentuh bahu gue "Rere.."
"Eh, Mia" gue tersenyum simpul
Mia pun ikut duduk disamping gue "Dion lagi?" gue hanya mengangguk
"Lo masih sama dia kan?" tanya Mia hati-hati. Gue pun hanya mengangguk lagi. Kemudian hening
"Mi, lo tau nggak kenapa dion akhir-akhir ini ngejauh dari gue?" tanyaku memecah keheningan
"Maaf Re, gue nggak tau. Kalo gue sih, mungkin lo pernah buat salah sama dion" jawabnya. Gue nggak bisa menahan airmata gue lagi. Akhirnya buliran lembut menetes di pipi gue.
Mia melihatku perihatin "Apa gue perlu telepon dion?"
"Gak perlu Mi, dengan gini.. Gue bisa tau kalo dion.. kalo dion.." gue sesengukan
"Gue masuk dulu ya Re"
"Hmmm.."
*Keesokan harinya di Stasiun Radio Bandung*
"Renata?"
Gue mengenal suara lembut itu. Gue mengangkat kepala. "Dion?" Ia tersenyum. Tapi senyumnya berbeda dari biasanya. Gue beranjak dari kursi gue. Memeluk dion sangat erat. gue kangen sama dia.
"Rere?"
"Aku kangen sama kamu Dion" ujarku tak menghiraunya.
"...."
"Kamu nggak papa kan Dion?" gue melepas pelukan gue dari dion. Menatap matanya.
"Hm.. aku, nggak papa. Aku baik-baik saja" jawabnya datar.
"Dion, maafin aku"
"Untuk?"
Gue menghela nafas panjang "Untuk semua kesalahan yang nggak aku sadari buat kamu sakit"
Dion hanya memandang gue, wajahnya sayu. Dia hanya tersenyum simpul.
"Dion, aku harus siaran dulu" lanjutku kemudian.
"Yaudah, sana siaran dulu" aku pun beranjak pergi. Kemudian tangan lembut menarik tangan gue. Gue pun berbalik. "Dion?" Tak ada jawaban. Dia hanya meluk gue, cukup lama.
"Maafin aku Re"
"Kok kamu ngomongnya gitu?"
"Aku sayang kamu" lanjutnya nggak menghiraukan gue.
"Aku juga sayang kamu" "Aku harus siaran dulu" Ujarku
Dion pun mengecup kening gue perlahan. Kayaknya ada yang salah dari Dion. Tapi gue ngga berani nanya apa-apa.
Aku menatapnya heran "Dion?" panggilku.
"Habis siaran, kamu nggak boleh nangis yaa sayang" ia nggak menghiraukan gue lagi.
"Kenapa?" tanyaku hati-hati.
"Udah gih, sana siaran dulu" jawabnya. Gue pun beranjak pergi, gue membalikkan badan ke arah Dion lagi. Ia hanya tersenyum tulus. Gue pun membalas senyumnya. Ia pun berlalu pergi menghilang dibalik keheranan gue.
*In the studio*
Gue memakai headphone berwarna silver itu. Kemudian menghela nafas panjang sambil tersenyum malas. Gue pun menekan tombol merah bertuliskan 'On Air'
"Haloo, selamat malam para pendengar setia Bandung Pass Radio. Kembali lagi dengan gue Renata, akan menemani malam kalian. Kali ini kita buka sesi untuk para penelpon yang pingin curhat. Tapi, setelah lagu berikut yang akan diputar. This is it..."
Gue melepas headphone gue. Kemudian melirik partner disebelah gue. "Shel.."
"hmm?"
"Ntar lo mau kan nggantiin gue siaran kalo gue ada apa-apa?" tanyaku.
"Maksud lo?" Shella tanya balik ke gue.
"Gue ngerasa, ada yang nggak enak aja ntar. Semacam bad feeling gitu"
"Oh yaudah gak papa sih" putusnya.
"Sip! Maacih Shella ku sayang!" kemudian gue memasang headphone kembali.
"Hai hai! Kembali lagi sama gue. Haha, gimana? bagus ya lagunya tadi? Oke, tanpa basa-basi lagi. Yuk kita langsung buka sesi untuk para penelpon. Ayo silahkan siapa penelpon pertama kita??" Tuuuut.. tuuut.. tuuut... "Nah, penelpon pertama kita. Halo dengan siapa dimana?"
"Dari Dino di Cihampelas" terdengar suara berat dari ujung telepon.
"Yak, oke Kak Dino silahkan mau curhat tentang apa?"
"Make a wish dulu dong honey" Ujar mama mengagetkan lamunanku. Gue pun memejamkan mataku. Ku harap, aku dapat bersama dion seperti dulu. Hanya aku dan dion. Gue membuka mata, semua harap-harap cemas. Gue pun meniup lilin berbentuk 22 itu. Api padam. Mungkin cinta Dion juga sudah 'padam' sama gue.
Gue gelisah. Gue memutuskan untuk ke arah kolam renang. Mencelupkan ujung-ujung kaki ke dalam air yang dingin. Dion nggak peduli lagi sama gue. Ya, Tuhan.. Kenapa harus Dion?
Tangan lembut menyentuh bahu gue "Rere.."
"Eh, Mia" gue tersenyum simpul
Mia pun ikut duduk disamping gue "Dion lagi?" gue hanya mengangguk
"Lo masih sama dia kan?" tanya Mia hati-hati. Gue pun hanya mengangguk lagi. Kemudian hening
"Mi, lo tau nggak kenapa dion akhir-akhir ini ngejauh dari gue?" tanyaku memecah keheningan
"Maaf Re, gue nggak tau. Kalo gue sih, mungkin lo pernah buat salah sama dion" jawabnya. Gue nggak bisa menahan airmata gue lagi. Akhirnya buliran lembut menetes di pipi gue.
Mia melihatku perihatin "Apa gue perlu telepon dion?"
"Gak perlu Mi, dengan gini.. Gue bisa tau kalo dion.. kalo dion.." gue sesengukan
"Gue masuk dulu ya Re"
"Hmmm.."
*Keesokan harinya di Stasiun Radio Bandung*
"Renata?"
Gue mengenal suara lembut itu. Gue mengangkat kepala. "Dion?" Ia tersenyum. Tapi senyumnya berbeda dari biasanya. Gue beranjak dari kursi gue. Memeluk dion sangat erat. gue kangen sama dia.
"Rere?"
"Aku kangen sama kamu Dion" ujarku tak menghiraunya.
"...."
"Kamu nggak papa kan Dion?" gue melepas pelukan gue dari dion. Menatap matanya.
"Hm.. aku, nggak papa. Aku baik-baik saja" jawabnya datar.
"Dion, maafin aku"
"Untuk?"
Gue menghela nafas panjang "Untuk semua kesalahan yang nggak aku sadari buat kamu sakit"
Dion hanya memandang gue, wajahnya sayu. Dia hanya tersenyum simpul.
"Dion, aku harus siaran dulu" lanjutku kemudian.
"Yaudah, sana siaran dulu" aku pun beranjak pergi. Kemudian tangan lembut menarik tangan gue. Gue pun berbalik. "Dion?" Tak ada jawaban. Dia hanya meluk gue, cukup lama.
"Maafin aku Re"
"Kok kamu ngomongnya gitu?"
"Aku sayang kamu" lanjutnya nggak menghiraukan gue.
"Aku juga sayang kamu" "Aku harus siaran dulu" Ujarku
Dion pun mengecup kening gue perlahan. Kayaknya ada yang salah dari Dion. Tapi gue ngga berani nanya apa-apa.
Aku menatapnya heran "Dion?" panggilku.
"Habis siaran, kamu nggak boleh nangis yaa sayang" ia nggak menghiraukan gue lagi.
"Kenapa?" tanyaku hati-hati.
"Udah gih, sana siaran dulu" jawabnya. Gue pun beranjak pergi, gue membalikkan badan ke arah Dion lagi. Ia hanya tersenyum tulus. Gue pun membalas senyumnya. Ia pun berlalu pergi menghilang dibalik keheranan gue.
*In the studio*
Gue memakai headphone berwarna silver itu. Kemudian menghela nafas panjang sambil tersenyum malas. Gue pun menekan tombol merah bertuliskan 'On Air'
"Haloo, selamat malam para pendengar setia Bandung Pass Radio. Kembali lagi dengan gue Renata, akan menemani malam kalian. Kali ini kita buka sesi untuk para penelpon yang pingin curhat. Tapi, setelah lagu berikut yang akan diputar. This is it..."
Gue melepas headphone gue. Kemudian melirik partner disebelah gue. "Shel.."
"hmm?"
"Ntar lo mau kan nggantiin gue siaran kalo gue ada apa-apa?" tanyaku.
"Maksud lo?" Shella tanya balik ke gue.
"Gue ngerasa, ada yang nggak enak aja ntar. Semacam bad feeling gitu"
"Oh yaudah gak papa sih" putusnya.
"Sip! Maacih Shella ku sayang!" kemudian gue memasang headphone kembali.
"Hai hai! Kembali lagi sama gue. Haha, gimana? bagus ya lagunya tadi? Oke, tanpa basa-basi lagi. Yuk kita langsung buka sesi untuk para penelpon. Ayo silahkan siapa penelpon pertama kita??" Tuuuut.. tuuut.. tuuut... "Nah, penelpon pertama kita. Halo dengan siapa dimana?"
"Dari Dino di Cihampelas" terdengar suara berat dari ujung telepon.
"Yak, oke Kak Dino silahkan mau curhat tentang apa?"
Sabtu, 10 September 2011
Ku Ingin Memelukmu :')
Aku ingin memelukmu ..
Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau jemari kita belum saling menggenggam sampai detik ini
Aku ingin memelukmu ..
Walau kita belum saling tahu dan bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau tinggi badanmu jauh diatasku
Aku ingin memelukmu ..
Saat kamu kelelahan menjalani riuhnya aktivitas
Saat kamu rapuh dan menangis
Saat kamu merasa bahwa dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri
Saat kamu mengira tak seorangpun yang peduli pada perasaanmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat pertama kali aku membuka mata dari tidur lelapku
Saat hanya kamu yang kulihat dibangun pagi hariku
Aku ingin memelukmu ..
Di bawah hangatnya sinar mentari pagi
Di bawah teriknya surya yang meradang garang
Di bawah redupnya matahari kala senja
Di bawah sinar rembulan dengan hiasan bintang dilangitnya
Aku ingin memelukmu ..
Saat angin dengan nakalnya menggelitikmu dan meniup lembut rambutmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat rindu mengganggu laju kerja otak dan hatimu
Aku ingin memelukmu ..
Saat langit sedang menenun benang-benang hujan
Lalu kita saling berpeluk dibawah deras rindunya
Hanya berpayung rambut basah dengan balutan senyum bahagia
Sungguh, aku mencintaimu
Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau jemari kita belum saling menggenggam sampai detik ini
Aku ingin memelukmu ..
Walau kita belum saling tahu dan bertemu
Aku ingin memelukmu ..
Walau tinggi badanmu jauh diatasku
Aku ingin memelukmu ..
Saat kamu kelelahan menjalani riuhnya aktivitas
Saat kamu rapuh dan menangis
Saat kamu merasa bahwa dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri
Saat kamu mengira tak seorangpun yang peduli pada perasaanmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat pertama kali aku membuka mata dari tidur lelapku
Saat hanya kamu yang kulihat dibangun pagi hariku
Aku ingin memelukmu ..
Di bawah hangatnya sinar mentari pagi
Di bawah teriknya surya yang meradang garang
Di bawah redupnya matahari kala senja
Di bawah sinar rembulan dengan hiasan bintang dilangitnya
Aku ingin memelukmu ..
Saat angin dengan nakalnya menggelitikmu dan meniup lembut rambutmu
Aku ingin memelukmu ..
Saat rindu mengganggu laju kerja otak dan hatimu
Aku ingin memelukmu ..
Saat langit sedang menenun benang-benang hujan
Lalu kita saling berpeluk dibawah deras rindunya
Hanya berpayung rambut basah dengan balutan senyum bahagia
Sungguh, aku mencintaimu
Aku ingin memelukmu, sampai Tuhan memeluk kita :)
Withlove, -Ninda- :)
Source via: dwitasarii.blogspot.com
Selasa, 30 Agustus 2011
Jadwal Greyschool xD
Haloo Greysonators :*
Welcome to my blog, jangan lupa klik join yaa :D
Mau jadwal #Greyschool?
Jadwal Greyschool bisa di download di DISINI
Sabtu, 13 Agustus 2011
Untitled
YOU DIDN'T KNOW HOW I FEEL...
YOU DID'NT KNOW HOW MUCH I'VE MISSED YOU...
YOU DID'NT KNOW HOW MISERABLE I AM TO LOSE YOU AND YOUR LOVE...
OR
HOW LONG I WROTE "I LOVE YOU", IT NEVER MAKES YOU TO COME BACK AND CALLED ME "AYAM" AGAIN...
YOU'LL NEVER COME BACK...
YOU DID'NT KNOW HOW MUCH I'VE MISSED YOU...
YOU DID'NT KNOW HOW MISERABLE I AM TO LOSE YOU AND YOUR LOVE...
OR
HOW LONG I WROTE "I LOVE YOU", IT NEVER MAKES YOU TO COME BACK AND CALLED ME "AYAM" AGAIN...
YOU'LL NEVER COME BACK...
Selasa, 09 Agustus 2011
Hopeless :( Aku harus gimana ?
Move on ?
nggak segampang ngomong nya :(
mungkin post ini menurut kalian kurang kerjaan.
Yaa mau gimana lagi ?
Hampa.
Aku tuh juga manusia,
punya hati yang bisa sakit juga.
Menggantung.
Iya sih, emang bener kata orang-orang
penyesalan selalu datang belakangan.
aku udah coba move on.. move on.. move on..
tapi hasilnya ? nothing!
Aku harus gimana lagi sih ngadepin kamu ?
Akankah aku terus bertahan untuk nunggu kamu ?
kamu yang udah bukan 'milikku' lagi ?
Pleaseee, aku gakbisa terus-terusan gini.
aku juga punya hidup yang akan terus berjalan.
mungkin emang bener, aku sama kamu punya jalan yang berbeda
Aku. Kamu. Punya jalan nya masing-masing
maafin aku atas yang dulu-dulu :(
jujur.. aku memang menyesal sekali.
tapi yaudah, emang udah gini jalannya.
Makasih yaa udah mengisi hari-hariku 'dulu' yang kini hampa kembali
kau dekat, tapi sulit untuk ku jangkau.
kau dekat, tapi tak bisa kupeluk. seperti dulu lagi.
PS: Aku masih nyimpen kalung inisialmu yang dulu kamu pernah kasih ke aku lhoo, tapi toh buat apa. Nggak ada gunanya juga kalo kamu gak ada disini.
nggak segampang ngomong nya :(
mungkin post ini menurut kalian kurang kerjaan.
Yaa mau gimana lagi ?
Hampa.
Aku tuh juga manusia,
punya hati yang bisa sakit juga.
Menggantung.
Iya sih, emang bener kata orang-orang
penyesalan selalu datang belakangan.
aku udah coba move on.. move on.. move on..
tapi hasilnya ? nothing!
Aku harus gimana lagi sih ngadepin kamu ?
Akankah aku terus bertahan untuk nunggu kamu ?
kamu yang udah bukan 'milikku' lagi ?
Pleaseee, aku gakbisa terus-terusan gini.
aku juga punya hidup yang akan terus berjalan.
mungkin emang bener, aku sama kamu punya jalan yang berbeda
Aku. Kamu. Punya jalan nya masing-masing
maafin aku atas yang dulu-dulu :(
jujur.. aku memang menyesal sekali.
tapi yaudah, emang udah gini jalannya.
Makasih yaa udah mengisi hari-hariku 'dulu' yang kini hampa kembali
kau dekat, tapi sulit untuk ku jangkau.
kau dekat, tapi tak bisa kupeluk. seperti dulu lagi.
PS: Aku masih nyimpen kalung inisialmu yang dulu kamu pernah kasih ke aku lhoo, tapi toh buat apa. Nggak ada gunanya juga kalo kamu gak ada disini.
Langganan:
Komentar (Atom)
