A Cup of memories and tears. My first broken-hearted love, Embry Call. He is my only hope.
Kamis, 23 Desember 2010
Renata (7)
"hmmm.... gimana yaa? ntar malem yaa?" ujarku bingung
"gimana loe bisa?" tanyanya sekali lagi
"yaudah deh, gue bisa kok" putusku akhirnya
"oke, gue jemput dirumah loe jam 7. bye" ujarnya sambil berlalu
"bye......." ucapku bengong
*Jam 18.30.........
"aduuuh, gue pake baju apa yaa?" tanyaku dalam hati. "pake ini... jelek ahh..." "hmm , kalo gaun hitam ini gimana yaaa?? ah gabanget" "ah, pake gaun merah aja... eh tapii kok keliatan noraak jaduul abis!" "duuuh gue bingung" gumamku keseribu kalinya mondar mandir di depan cermin kesayangan gue.
okay, and finnaly gue pake gaun coklat selutut setelah 25 menit kemudian. dan gue siap untuk kencan dengan rico. WHAT??!! gue bilang apa tadi!!!?? KENCAAAAN???!!! aarrgh! gamungkin! tenang renata, ini CUMA makan malam. rere, ingat ya ada kata CUMA!
tiiin..... tiiiin..... tiiin.........
"oh itu dia udah dateng" gumamku setengah berlari
sesampainya di mobil rico gue duduk disebelahnya.... rico melihatku dengan mulut menganga. bengong. yaa hanya bengong melihatku.
"loe... loe..." gumam rico "loe cantik malem ini" lanjutnya memujiku
"thanks" jawabku tanpa ekspresi. HAHA rayuan playboy cap kupu-kupu! ga mempan tauuk!
"kitaa... jadii... berangkat nggak nih?" tanyaku akhirnya. masalahnya gue sedikit nervous :P
"oh.. jadi jadi..!" jawabnya setelah tersadar dari alam bengong-bengongnya. (emang ada ya alam bengong?) dan menstarter mobilnya
sesampainya di restoran yang nggak terlalu terkenal........
"loe mau makan apa?" tanyanya
"spaghetti tuna sashimi satu sama lemon tea satu ya mbak" ucapku pada waitress
"hmm... sama deh mbak" putus rico menyamakan pesanannya dengan gue. disama-samain kali ye? ih huek.
10 menit kemudian......
"Spaghetti tuna sashimi dan lemon tea" teriak waitress kemudian "silahkan dinikmati"
jujur, gue sedikit deg-deg an nih. aduuh ada perasaan apa sih gue sama rico? aarrgghh! gue grogiii!! gue gaberani natap matanya. duh. parah.
setelah selesai makan......
"hmm... udah jam 8 nih, udah malem" gue memulai obrolan akhirnya
"yuk, pulang" ujar rico menggandeng tanganku membayar di kasir
perjalanan di mobil pun hanya diisi dengan kebisuan. gue ataupun rico hanya diam. tak ada yang bicara. hujan deras. sampai mobil rico berhenti di depan rumah gue. masih hujan...
"gue masuk dulu ya, makasih atas dinner nya" ucapku akan memegang handdle mobil hendak membukanya. tapi tertahan oleh rico.
"renata tunggu. did you know? malem ini gue seneng banget bisa jalan sama loe. hmm... boleh gue meluk loe dan cium pipi loe?" tanya rico. dia pun menangkap ekspresi gue. "oke, sekaliii aja untuk malem ini. boleh?" tanyanya memastikan
aku mengangguk. oh gue juga nggak tau gue bisa jawab ngangguk ke dia. dan rico meluk gue diantara dinginnya hujan diluar mobil. hangat. cukup lama dia meluk gue. dan akhirnya dia nyium pipi kanan gue. nyiumnya lamaaaa banget. mungkin dihayati (loh?).
"boleh gue nyium bibir loe untuk sekali ini aja?" tanya rico setelah mencium pipi gue. aku mengangguk. dia pun akhirnya nyium bibir gue. terasa hangat. rasanya gue lupa sama semuanya. cukup lama rico cium bibir gue. akhirnya dia menjauhkan bibirnya dari bibirku.
"selamat malam" ucapnya. aku pun berlari menghindari hujan dan masuk rumah.
(Tambahan dari Penulis: PENTING UNTUK DIBACA!! Pada waktu renata dipeluk dicium pipi sama bibirnya sama rico itu setting tempatnya masih di mobil rico dan hujan lebat. ternyata tanpa di ketahui renata, dion tadi kerumah renata tapi kata ibunya renata pergi sejak tadi, tapi dion memutuskan tetap menunggu renata. sampai akhirnya dion mendengar suara mobil. dan akhirnya dia keluar. dion melihat renata berdua dengan rico lewat belakang mobil.
dion kehujanan, diam, bengong, ekspresi tenang dan nggak ada perasaan marah, pasrah dan hanya kecewa. dion ngeliat semua yang dilakuin renata malem itu sama rico. jadi dion pura-pura nggak pernah ngeliat itu. dion nggak cerita samasekali ke renata. hmm... gue sebagai penulis di sini sedikit kasihan sama dion. si dion kan karakternya kalem, setia dan nggak pernah marah sama renata. makanya dia cuma diem ngeliat kejadian itu. huh! terharu gue! kasiiiaaan bangett taukk si dionnyaaaa!) :"((
Selasa, 30 November 2010
My Prince Charming's Sick :'(
Senin, 15 November 2010
Renata (6)
"HAH?!! apa? lo.. loe mau nganterin gue pulang" teriakku bertanya
"iya, kenapa? kok kaget sih?" rico balik bertanya
"aduh. gimana yaa? gue nggak bisa deh kayaknya. sorry banget. lain kali aja yaa?" jawabku
"it's okay. no problem" balasnya santai "tapi, gue anterin sampe luar ya?" lanjutnya
"yaudah. up to you" ujarku
*sampai diluar..
"hmm.. thanks ya. gue udah dijemput kok" ujarku membuka kebisuan tadi
dia melihat ke arah mobil. raut wajahnya bingung. "yang dimobil itu pacar loe ya?" tanyanya kemudian.
"eh. iya. kenapa?" jawabku. aduh! dion ngeliat gue! sama rico! gawaaaaattt!
"ganteng. cocok sama loe. long last ya. salam dari gue" ucapnya polos. dasar playboy bego.
"Trims. gue pulang dulu yaa. bye!" teriakku melambaikan tanganku padanya. dia hanya tersenyum.
*dalam perjalanan..
AAAAA... gawaaaattt! dion membisu. oh gue emang salah. aduh gimana ini? dion ayolah ngomong. pandangannya kosong sambil menyetir. Oh my god! diam. hanya diam.
"Renata.." akhirnya dion memecah kesunyian di mobil ini
"apa?" jawabku setenang mungkin padahal gue panik setengah mampus.
"kamu pernah ngerasa dikhianati nggak?" tanyanya
oh! apa maksud pertanyaannya ini? apa mungkin? apa mungkin dia nyindir gue? gimana ini. gue harus jawab apa?
"apa maksud kamu?" I answered a little panicky. dion kembali membisu. dia tidak memperdulikan pertanyaanku.
"dion.." ujarku lirih
"hmm?" jawabnya
"apa kamu masih sayang sama aku?" balasku polos
"......" dion nggak jawab pertanyaanku. apa mungkin? apa mungkin dia udah nggak sayang sama gue? jangaaann.
(hey semua yang baca! maap yaa baru sedikit. males banget nih. hehe. kapan-kapan saya lanjutkan kembali ok? sekian dan terimakasih. hahahaha :D)
Minggu, 31 Oktober 2010
Renata (5)
errgh! okay gue gatau sekarang gue harus ngapain? ketemu dion apa enggak ya? oh tuhan. kenapa aku ini sebenernya? ahh! mia mana lagi. saat gue butuh, tuh anak pasti ngilang tau deh kemana. nah tuh dia.
"Miaaaa!! Loe kemana aja sih! gue cariin tauk! dasar bebek!" teriakku pada mia
mia yang lagi makan es krim jawab pertanyaan gue entah ngomong apa gajelas banget. lagi makan es krim mana bisa jelas ngomongnya. dasar dodol.
"loey kuenapua sieyh? gwue hwabies belie wes kriyem nieyh." ujar mia, blepotan es krim tetep aja gajelas deh ngomong apa.
"ah gatau deh. buru habisin gih es krim loe. gue pengen ngomong nih!" jawabku
saat mia menghabiskan es krimnya. gue mikir2 sendiri. perasaan gue bingung. dion semakin menjauh dari gue dan agak ngehindarin gue. dan rico semakin deketin gue entah apa maksudnya. setelah mia selesai mamakan eskirm nya. dia pun memulai pembicaraan.
"oke, kenapa tadi loe manggil2 gue? ada masalah? kok loe agak pucet sih? sakit?" tanyanya bertubi-tubi
"gue nggak sakit, gue cuma pengen curhat sedikit sama loe. ini semua tentang dion, gue dan rico" balasku
"curhat banyak juga nggak papa kok, gue dengerin. emang kenapa sama kalian bertiga" tanya mia memastikanku
"mia, thanks. i'm confused as my own feelings. gue nggak tau, kenapa sekarang hubungan gue sama dion agak menjauh. mi, apa ini gara-gara rico? why? kenapa harus dia? dia mulai ngedeketin gue mi. and this isn't fair for me!" ujarku ingin menangis rasanya
"renata sayang, jangan sedih dong. mungkin ini cobaan dari tuhan buat hubunganmu sama dion. atau memang dion bukan jodoh loe. be patient yah? mungkin saja ini jalan takdirmu" ucap mia menasehatiku
"tapi mi.... gue ga mau kehilangan dion. he's everything for me. loe nggak tau sih gimana perasaan gue. rico tuh cuma narasumber gue mi. and he was nobody to me. gue masih sayang sama dion" jawabku
"terserah loe deh. gue gabisa apa-apa kalo loe udah kayak gini. now remove your tears, and I don't want you sad again. oke? sahabatku harus senyum dong" balasnya menghapus air mataku. gue tersenyum.
"thanks ya mi. you're my best friend!" kataku tersenyum
***
saat gue dijemput dion di tempat studio gue. gue masuk mobil dia dan mulai pembicaraan. okay renata, you need to calm down.
"dion, kamu kenapa sih akhir-akhir ini?" tanyaku
oke.. dan sekarang dion ga jawab dan tetep diam.
"dion, jawab dong pertanyaanku" tanyaku mengulangi
akhirnya dia menjaawab " gue nggak kenapa2 kok re"
"tapi aku tau, matamu tuh gabisa bo'ongin perasaanmu kalo kamu sedih. is this all because of rico?" ujarku
"bukan. udahlah re! bisa nggak sih kamu nggak ngomongin dia?!" balasnya
"dion, tapi ak-"
"udahlah re!! aku gamau kamu ngomongin dia didepan aku!! aku capek re!! semenjak kamu kenal sama rico, kamu itu berubah!! you're not the first renata i know!!" ujar dion sedikit membentak.
gue nggak pernah liat dion semarah ini sama gue. perlahan air mata gue menetes. gue emang salah. gue cuma bisa diam menyadari kesalahanku. dion berhak marah sama gue. dia bener. gue berubah.
dion akhirnya memberhentikan mobilnya. "a a aku minta maaf. maaf aku bentak kamu. sorry, i was a little emotional." ucapnya
".................."
"renata alexandra citra, please jangan nangis dong. oke aku salah. aku minta maaf" dion berujar sedih
"enggak kok. kamu nggak perlu minta maaf. aku yang salah. aku emang salah sama kamu. aku minta maaf. aku enggak akan ngomongin dia lagi. aku masih sayang sama kamu. aku janji. aku banyak salah sama kamu. aku min-"
"shhh.. udahlah, lupain aja masalah yang tadi. aku sayang sama kamu" ujarnya menutup mulutku dengan telunjuknya.
dia memeluk gue. hangat. gue sayang dia. dia sayang gue. gue nggak akan ninggalin dia. gue janji. oh tuhan, jangan pernah dia tinggalin gue. :")
Rabu, 27 Oktober 2010
Promise (Yaksok) – A.N.Jell
Promise (Yaksok) – A.N.Jell
i will promise you du nune noman damgo saragalkke
I will promise you du pare neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I Love you Forever
goddaga jichil ddaen jageun eejado dwejulkke ooseul ddae ni gibbeum
dubaega dwaege hamkke ooseulkke nunmul heullil ddaen sugeoni dwel neol daggajulkke
I will promise you du pare neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I Love you Forever
naege gibbeumeul jeonhaejun noneun naye special
haruharuga Energy bujokhadamyeon Emergency
naege saengmyeongi bureojul dalkomhan geudaeye hyanggi
hamkke haneun naldongan modu boyojulkkoya
I will promise you mweor haedo nomaneul giyeokhalkke
yongwonhi neoreul saegil i gaseumman pumgosara kalkkoya
saranghae i mal giyeokhae I love forever
saranghandaneunge museun mari piryohae
kwangkwang gorineun wenjjok gaseumeuro daedabhalkke
One step Two step Three and four ni gyeote cheoncheonhi dagagalkke
gidariran mal ddawe ibe damji mothae I will take you
I will promise you du pareun neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I love you forever.
Kamis, 23 Desember 2010
Renata (7)
"hmmm.... gimana yaa? ntar malem yaa?" ujarku bingung
"gimana loe bisa?" tanyanya sekali lagi
"yaudah deh, gue bisa kok" putusku akhirnya
"oke, gue jemput dirumah loe jam 7. bye" ujarnya sambil berlalu
"bye......." ucapku bengong
*Jam 18.30.........
"aduuuh, gue pake baju apa yaa?" tanyaku dalam hati. "pake ini... jelek ahh..." "hmm , kalo gaun hitam ini gimana yaaa?? ah gabanget" "ah, pake gaun merah aja... eh tapii kok keliatan noraak jaduul abis!" "duuuh gue bingung" gumamku keseribu kalinya mondar mandir di depan cermin kesayangan gue.
okay, and finnaly gue pake gaun coklat selutut setelah 25 menit kemudian. dan gue siap untuk kencan dengan rico. WHAT??!! gue bilang apa tadi!!!?? KENCAAAAN???!!! aarrgh! gamungkin! tenang renata, ini CUMA makan malam. rere, ingat ya ada kata CUMA!
tiiin..... tiiiin..... tiiin.........
"oh itu dia udah dateng" gumamku setengah berlari
sesampainya di mobil rico gue duduk disebelahnya.... rico melihatku dengan mulut menganga. bengong. yaa hanya bengong melihatku.
"loe... loe..." gumam rico "loe cantik malem ini" lanjutnya memujiku
"thanks" jawabku tanpa ekspresi. HAHA rayuan playboy cap kupu-kupu! ga mempan tauuk!
"kitaa... jadii... berangkat nggak nih?" tanyaku akhirnya. masalahnya gue sedikit nervous :P
"oh.. jadi jadi..!" jawabnya setelah tersadar dari alam bengong-bengongnya. (emang ada ya alam bengong?) dan menstarter mobilnya
sesampainya di restoran yang nggak terlalu terkenal........
"loe mau makan apa?" tanyanya
"spaghetti tuna sashimi satu sama lemon tea satu ya mbak" ucapku pada waitress
"hmm... sama deh mbak" putus rico menyamakan pesanannya dengan gue. disama-samain kali ye? ih huek.
10 menit kemudian......
"Spaghetti tuna sashimi dan lemon tea" teriak waitress kemudian "silahkan dinikmati"
jujur, gue sedikit deg-deg an nih. aduuh ada perasaan apa sih gue sama rico? aarrgghh! gue grogiii!! gue gaberani natap matanya. duh. parah.
setelah selesai makan......
"hmm... udah jam 8 nih, udah malem" gue memulai obrolan akhirnya
"yuk, pulang" ujar rico menggandeng tanganku membayar di kasir
perjalanan di mobil pun hanya diisi dengan kebisuan. gue ataupun rico hanya diam. tak ada yang bicara. hujan deras. sampai mobil rico berhenti di depan rumah gue. masih hujan...
"gue masuk dulu ya, makasih atas dinner nya" ucapku akan memegang handdle mobil hendak membukanya. tapi tertahan oleh rico.
"renata tunggu. did you know? malem ini gue seneng banget bisa jalan sama loe. hmm... boleh gue meluk loe dan cium pipi loe?" tanya rico. dia pun menangkap ekspresi gue. "oke, sekaliii aja untuk malem ini. boleh?" tanyanya memastikan
aku mengangguk. oh gue juga nggak tau gue bisa jawab ngangguk ke dia. dan rico meluk gue diantara dinginnya hujan diluar mobil. hangat. cukup lama dia meluk gue. dan akhirnya dia nyium pipi kanan gue. nyiumnya lamaaaa banget. mungkin dihayati (loh?).
"boleh gue nyium bibir loe untuk sekali ini aja?" tanya rico setelah mencium pipi gue. aku mengangguk. dia pun akhirnya nyium bibir gue. terasa hangat. rasanya gue lupa sama semuanya. cukup lama rico cium bibir gue. akhirnya dia menjauhkan bibirnya dari bibirku.
"selamat malam" ucapnya. aku pun berlari menghindari hujan dan masuk rumah.
(Tambahan dari Penulis: PENTING UNTUK DIBACA!! Pada waktu renata dipeluk dicium pipi sama bibirnya sama rico itu setting tempatnya masih di mobil rico dan hujan lebat. ternyata tanpa di ketahui renata, dion tadi kerumah renata tapi kata ibunya renata pergi sejak tadi, tapi dion memutuskan tetap menunggu renata. sampai akhirnya dion mendengar suara mobil. dan akhirnya dia keluar. dion melihat renata berdua dengan rico lewat belakang mobil.
dion kehujanan, diam, bengong, ekspresi tenang dan nggak ada perasaan marah, pasrah dan hanya kecewa. dion ngeliat semua yang dilakuin renata malem itu sama rico. jadi dion pura-pura nggak pernah ngeliat itu. dion nggak cerita samasekali ke renata. hmm... gue sebagai penulis di sini sedikit kasihan sama dion. si dion kan karakternya kalem, setia dan nggak pernah marah sama renata. makanya dia cuma diem ngeliat kejadian itu. huh! terharu gue! kasiiiaaan bangett taukk si dionnyaaaa!) :"((
Selasa, 30 November 2010
My Prince Charming's Sick :'(
Senin, 15 November 2010
Renata (6)
"HAH?!! apa? lo.. loe mau nganterin gue pulang" teriakku bertanya
"iya, kenapa? kok kaget sih?" rico balik bertanya
"aduh. gimana yaa? gue nggak bisa deh kayaknya. sorry banget. lain kali aja yaa?" jawabku
"it's okay. no problem" balasnya santai "tapi, gue anterin sampe luar ya?" lanjutnya
"yaudah. up to you" ujarku
*sampai diluar..
"hmm.. thanks ya. gue udah dijemput kok" ujarku membuka kebisuan tadi
dia melihat ke arah mobil. raut wajahnya bingung. "yang dimobil itu pacar loe ya?" tanyanya kemudian.
"eh. iya. kenapa?" jawabku. aduh! dion ngeliat gue! sama rico! gawaaaaattt!
"ganteng. cocok sama loe. long last ya. salam dari gue" ucapnya polos. dasar playboy bego.
"Trims. gue pulang dulu yaa. bye!" teriakku melambaikan tanganku padanya. dia hanya tersenyum.
*dalam perjalanan..
AAAAA... gawaaaattt! dion membisu. oh gue emang salah. aduh gimana ini? dion ayolah ngomong. pandangannya kosong sambil menyetir. Oh my god! diam. hanya diam.
"Renata.." akhirnya dion memecah kesunyian di mobil ini
"apa?" jawabku setenang mungkin padahal gue panik setengah mampus.
"kamu pernah ngerasa dikhianati nggak?" tanyanya
oh! apa maksud pertanyaannya ini? apa mungkin? apa mungkin dia nyindir gue? gimana ini. gue harus jawab apa?
"apa maksud kamu?" I answered a little panicky. dion kembali membisu. dia tidak memperdulikan pertanyaanku.
"dion.." ujarku lirih
"hmm?" jawabnya
"apa kamu masih sayang sama aku?" balasku polos
"......" dion nggak jawab pertanyaanku. apa mungkin? apa mungkin dia udah nggak sayang sama gue? jangaaann.
(hey semua yang baca! maap yaa baru sedikit. males banget nih. hehe. kapan-kapan saya lanjutkan kembali ok? sekian dan terimakasih. hahahaha :D)
Minggu, 31 Oktober 2010
Renata (5)
errgh! okay gue gatau sekarang gue harus ngapain? ketemu dion apa enggak ya? oh tuhan. kenapa aku ini sebenernya? ahh! mia mana lagi. saat gue butuh, tuh anak pasti ngilang tau deh kemana. nah tuh dia.
"Miaaaa!! Loe kemana aja sih! gue cariin tauk! dasar bebek!" teriakku pada mia
mia yang lagi makan es krim jawab pertanyaan gue entah ngomong apa gajelas banget. lagi makan es krim mana bisa jelas ngomongnya. dasar dodol.
"loey kuenapua sieyh? gwue hwabies belie wes kriyem nieyh." ujar mia, blepotan es krim tetep aja gajelas deh ngomong apa.
"ah gatau deh. buru habisin gih es krim loe. gue pengen ngomong nih!" jawabku
saat mia menghabiskan es krimnya. gue mikir2 sendiri. perasaan gue bingung. dion semakin menjauh dari gue dan agak ngehindarin gue. dan rico semakin deketin gue entah apa maksudnya. setelah mia selesai mamakan eskirm nya. dia pun memulai pembicaraan.
"oke, kenapa tadi loe manggil2 gue? ada masalah? kok loe agak pucet sih? sakit?" tanyanya bertubi-tubi
"gue nggak sakit, gue cuma pengen curhat sedikit sama loe. ini semua tentang dion, gue dan rico" balasku
"curhat banyak juga nggak papa kok, gue dengerin. emang kenapa sama kalian bertiga" tanya mia memastikanku
"mia, thanks. i'm confused as my own feelings. gue nggak tau, kenapa sekarang hubungan gue sama dion agak menjauh. mi, apa ini gara-gara rico? why? kenapa harus dia? dia mulai ngedeketin gue mi. and this isn't fair for me!" ujarku ingin menangis rasanya
"renata sayang, jangan sedih dong. mungkin ini cobaan dari tuhan buat hubunganmu sama dion. atau memang dion bukan jodoh loe. be patient yah? mungkin saja ini jalan takdirmu" ucap mia menasehatiku
"tapi mi.... gue ga mau kehilangan dion. he's everything for me. loe nggak tau sih gimana perasaan gue. rico tuh cuma narasumber gue mi. and he was nobody to me. gue masih sayang sama dion" jawabku
"terserah loe deh. gue gabisa apa-apa kalo loe udah kayak gini. now remove your tears, and I don't want you sad again. oke? sahabatku harus senyum dong" balasnya menghapus air mataku. gue tersenyum.
"thanks ya mi. you're my best friend!" kataku tersenyum
***
saat gue dijemput dion di tempat studio gue. gue masuk mobil dia dan mulai pembicaraan. okay renata, you need to calm down.
"dion, kamu kenapa sih akhir-akhir ini?" tanyaku
oke.. dan sekarang dion ga jawab dan tetep diam.
"dion, jawab dong pertanyaanku" tanyaku mengulangi
akhirnya dia menjaawab " gue nggak kenapa2 kok re"
"tapi aku tau, matamu tuh gabisa bo'ongin perasaanmu kalo kamu sedih. is this all because of rico?" ujarku
"bukan. udahlah re! bisa nggak sih kamu nggak ngomongin dia?!" balasnya
"dion, tapi ak-"
"udahlah re!! aku gamau kamu ngomongin dia didepan aku!! aku capek re!! semenjak kamu kenal sama rico, kamu itu berubah!! you're not the first renata i know!!" ujar dion sedikit membentak.
gue nggak pernah liat dion semarah ini sama gue. perlahan air mata gue menetes. gue emang salah. gue cuma bisa diam menyadari kesalahanku. dion berhak marah sama gue. dia bener. gue berubah.
dion akhirnya memberhentikan mobilnya. "a a aku minta maaf. maaf aku bentak kamu. sorry, i was a little emotional." ucapnya
".................."
"renata alexandra citra, please jangan nangis dong. oke aku salah. aku minta maaf" dion berujar sedih
"enggak kok. kamu nggak perlu minta maaf. aku yang salah. aku emang salah sama kamu. aku minta maaf. aku enggak akan ngomongin dia lagi. aku masih sayang sama kamu. aku janji. aku banyak salah sama kamu. aku min-"
"shhh.. udahlah, lupain aja masalah yang tadi. aku sayang sama kamu" ujarnya menutup mulutku dengan telunjuknya.
dia memeluk gue. hangat. gue sayang dia. dia sayang gue. gue nggak akan ninggalin dia. gue janji. oh tuhan, jangan pernah dia tinggalin gue. :")
Rabu, 27 Oktober 2010
Promise (Yaksok) – A.N.Jell
Promise (Yaksok) – A.N.Jell
i will promise you du nune noman damgo saragalkke
I will promise you du pare neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I Love you Forever
goddaga jichil ddaen jageun eejado dwejulkke ooseul ddae ni gibbeum
dubaega dwaege hamkke ooseulkke nunmul heullil ddaen sugeoni dwel neol daggajulkke
I will promise you du pare neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I Love you Forever
naege gibbeumeul jeonhaejun noneun naye special
haruharuga Energy bujokhadamyeon Emergency
naege saengmyeongi bureojul dalkomhan geudaeye hyanggi
hamkke haneun naldongan modu boyojulkkoya
I will promise you mweor haedo nomaneul giyeokhalkke
yongwonhi neoreul saegil i gaseumman pumgosara kalkkoya
saranghae i mal giyeokhae I love forever
saranghandaneunge museun mari piryohae
kwangkwang gorineun wenjjok gaseumeuro daedabhalkke
One step Two step Three and four ni gyeote cheoncheonhi dagagalkke
gidariran mal ddawe ibe damji mothae I will take you
I will promise you du pareun neor ango saragalkke
achime nun ddo jamdeun sungankkaji no hanaman keurilkke
saranghae i mar ijjiman I love you forever.
